HADIS TENTANG KEUTAMAAN SILATURAHMI
![]() |
| Pixabay |
HADIS TENTANG KEUTAMAAN SILATURAHMI
Hadis Nabi Muhammad SAW tentang Keutamaan Silaturahmi
Silaturrahmi (silat-ur-rahim)
adalah salah satu amalan yang sangat ditekankan dalam Islam. Ia bukan sekadar
budaya atau tradisi, tetapi termasuk perintah agama yang membawa banyak
manfaat baik di dunia maupun akhirat. Menjaga tali persaudaraan dengan keluarga
dan kerabat merupakan cerminan iman, kasih sayang, serta ketaatan kepada Allah
SWT dan Rasul-Nya ﷺ.
Silaturahmi
atau silaturahim memiliki makna menjaga hubungan kasih sayang antar sesama,
khususnya kepada kerabat. Dalam ajaran Islam, menjaga silaturahmi memiliki
keutamaan yang sangat besar sebagaimana dijelaskan dalam berbagai hadis
Rasulullah SAW berikut ini.
1. Merupakan
Tanda Orang Beriman
عَنْ
أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيُكْرِمْ
ضَيْفَهُ وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَصِلْ
رَحِمَهُ وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ
خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ
Artinya:
Dari Abu
Hurairah radhiyallahu anhu dari Nabi shallallahu alaihi wasallam beliau
bersabda:
"Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari Akhir, hendaknya ia memuliakan
tamunya, dan barangsiapa beriman kepada Allah dan hari Akhir, hendaknya ia
menyambung tali silaturrahmi, dan barangsiapa beriman kepada Allah dan hari
Akhir, hendaknya ia berkata baik atau diam."
Penjelasan:
Hadis ini
menegaskan bahwa menyambung silaturahmi merupakan bagian dari kesempurnaan
iman. Orang yang benar-benar beriman kepada Allah dan hari akhir akan menjaga
hubungan baik dengan keluarga dan sesama.
2. Dilapangkan
Rezeki dan Dipanjangkan Umur
عَنْ
ابْنِ شِهَابٍ قَالَ أَخْبَرَنِي أَنَسُ بْنُ مَالِكٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ
صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي
رِزْقِهِ وَيُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ
Artinya:
Dari Ibnu
Syihab dia berkata; telah mengabarkan kepadaku Anas bin Malik bahwa Rasulullah
shallallahu alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa ingin lapangkan pintu
rizqi untuknya dan dipanjangkan umurnya hendaknya ia menyambung tali
silaturahmi."
Penjelasan:
Silaturahmi
menjadi sebab dilapangkannya rezeki dan dipanjangkannya umur. Ini menunjukkan
bahwa hubungan sosial yang baik membawa keberkahan dalam kehidupan dunia.
3. Mendapat
Pertolongan Allah
قَالَ
أَحْمَدُ أَيْضًا: حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ، حَدَّثَنَا حَجَّاجِ بْنِ
أَرْطَاةَ، عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ جَدِّهِ قَالَ: جَاءَ
رَجُلٌ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: يَا
رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ لِي ذَوِي أَرْحَامٍ، أَصِلُ وَيَقْطَعُونَ، وَأَعْفُو
وَيَظْلِمُونَ، وَأُحْسِنُ وَيُسِيئُونَ، أَفَأُكَافِئُهُمْ؟ قَالَ: لَا إِذَنْ
تُتْرَكُونَ جَمِيعًا، وَلَكِنْ جُدْ بِالْفَضْلِ وَصِلْهُمْ؛ فَإِنَّهُ لَنْ
يَزَالَ مَعَكَ ظَهِيرٌ مِنَ اللَّهِ، عَزَّ وَجَلَّ، مَا كُنْتَ عَلَى ذَلِكَ
Artinya:
Seorang lelaki
datang kepada Rasulullah SAW lalu bertanya, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku
mempunyai banyak kerabat; aku menghubungkan persaudaraan dengan mereka, tetapi
mereka memutuskannya; dan aku memaafkan mereka, tetapi mereka terus berbuat
aniaya terhadapku; dan aku berbuat baik kepada mereka, tetapi mereka
terus-menerus berbuat buruk terhadapku. Bolehkah aku membalas perlakuan
mereka?” Rasulullah SAW menjawab: “Tidak, kalau begitu berarti kamu semua sama
tidak benarnya, tetapi bermurahlah dengan memberikan kelebihan dan tetaplah
menghubungkan kekeluargaan, karena sesungguhnya kamu akan terus mendapat
pertolongan dari Allah selama kamu melakukan hal tersebut.”
Penjelasan:
Hadis ini
mengajarkan agar tetap menyambung silaturahmi meskipun pihak lain
memutuskannya. Allah akan memberikan pertolongan kepada orang yang tetap
berbuat baik dan menjaga hubungan kekeluargaan.
4. Disayang
Penduduk Langit
قَالَ
الْإِمَامُ أَحْمَدُ: حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، حَدَّثَنَا عَمْرٌو، عَنْ أَبِي
قَابُوسَ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو -يَبْلُغُ بِهِ النَّبِيَّ صَلَّى
اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ-قَالَ: الرَّاحِمُونَ يَرْحَمُهُمُ الرَّحْمَنُ،
ارْحَمُوا أَهْلَ الْأَرْضِ يَرْحَمُكُمْ أَهْلُ السَّمَاءِ، وَالرَّحِمُ شُجْنَة
مِنَ الرَّحْمَنِ، مَنْ وَصَلَهَا وَصَلَتْهُ، وَمَنْ قَطَعَهَا بَتَّتْهُ
Artinya:
Orang-orang
yang penyayang disayangi oleh Tuhan Yang Maha Pemurah. Sayangilah penduduk
bumi, niscaya kalian akan disayangi oleh penduduk langit. Rahim itu adalah
bagian dari kata Rahman. Barang siapa yang menghubungkannya, maka Allah akan
menghubungkannya. Dan barang siapa yang memutuskannya, Allah akan memutuskan
dia.
Penjelasan:
Menjaga
silaturahmi merupakan bagian dari sifat kasih sayang. Orang yang menjaga
hubungan kekerabatan akan mendapatkan kasih sayang dari Allah SWT.
5. Silaturahmi
Mencegah Azab
قَالَ
الْإِمَامُ أَحْمَدُ: حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ أَخْبَرَنَا عُيَيْنَةَ بْنِ عَبْدِ
الرَّحْمَنِ بْنِ جَوْشَنٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي بَكَرَةَ قَالَ: قَالَ
رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَا مِنْ ذَنْبٍ أَحْرَى أَنْ
يُعَجِّلَ اللَّهُ عُقُوبَتَهُ فِي الدُّنْيَا، مَعَ مَا يُدَّخَرُ لِصَاحِبِهِ
فِي الْآخِرَةِ، مِنَ الْبَغْيِ وَقَطِيعَةِ الرَّحِمِ
Artinya:
Rasulullah SAW
bersabda: “Tiada suatu perbuatan dosa pun yang lebih layak untuk disegerakan
oleh Allah hukumannya di dunia, selain dari dosa yang juga disediakan azabnya
di akhirat, selain dari perbuatan zalim dan memutuskan hubungan kekeluargaan.”
Penjelasan:
Memutus
silaturahmi termasuk dosa besar yang dapat mendatangkan azab di dunia dan di
akhirat. Karena itu, menjaga hubungan kekeluargaan merupakan kewajiban yang
harus dijaga oleh setiap Muslim.
Wallahu A’lam.
