HADIS TENTANG DIAM | ARABIC ENGLISH INDONESIAN
![]() |
| Pixabay |
HADIS TENTANG DIAM | HADIS TENTANG MEMULIAKAN TETANGGA DAN TAMU
BELAJAR MEMAHAMI HADIS DENGAN BAHASA INGGRIS
عَنْ
أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ
فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ،
وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ
فَلْيُكْرِمْ جَارَهُ،
وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ
فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ
رواه البخاري ومسلم
On the
authority of Abu Hurayrah (may Allah be pleased with him), that the Messenger
of Allah (peace and blessings of Allah be upon him) said:
“Let him who
believes in Allah and the Last Day speak good, or keep silent; and let him who
believes in Allah and the Last Day be generous to his neighbour; and let him
who believes in Allah and the Last Day be generous to his guest.”
(Narrated by Al-Bukhari and Muslim)
Terjemahan
Bahasa Indonesia
Dari Abu
Hurairah (ra), bahwa Rasulullah SAW bersabda:
“Barang siapa
yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata yang baik atau
diam; dan barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia
memuliakan tetangganya; dan barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari
akhir, hendaklah ia memuliakan tamunya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Penjelasan
Hadis (Fokus: Diam)
Hadis ini
memberikan pedoman penting dalam menjaga lisan. Rasulullah SAW mengaitkan
keimanan kepada Allah dan hari akhir dengan kemampuan seseorang dalam
mengontrol ucapan. Seorang yang benar imannya tidak akan berbicara kecuali
dalam kebaikan. Jika tidak mampu berkata baik, maka diam adalah pilihan yang
lebih selamat.
Diam dalam
hadis ini bukan berarti pasif atau tidak peduli, melainkan bentuk pengendalian
diri dari perkataan yang sia-sia, menyakiti, atau tidak bermanfaat. Banyak
permasalahan dalam kehidupan bermula dari ucapan yang tidak terjaga, sehingga
menjaga lisan menjadi salah satu kunci keselamatan seseorang, baik di dunia
maupun di akhirat.
Selain itu, hadis ini juga mengajarkan pentingnya hubungan sosial, yaitu dengan memuliakan tetangga dan tamu. Hal ini menunjukkan bahwa kesempurnaan iman tidak hanya diukur dari ibadah pribadi, tetapi juga dari akhlak sosial. Dengan demikian, menjaga lisan dan berbuat baik kepada sesama merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari keimanan seorang muslim.
Kesimpulan
Hadis ini menegaskan bahwa menjaga lisan merupakan bagian dari keimanan. Seorang muslim dituntut untuk berkata baik atau memilih diam jika tidak mampu. Selain itu, kesempurnaan iman juga tercermin dari sikap memuliakan tetangga dan tamu sebagai bagian dari akhlak sosial yang mulia.
Silahkan baca selengkapnya tentang hadis-hadis berbagai tema lainnya dengan klik di sini DI SINI
40 Hadis Imam an-Nawawi
Sunnah.com
Penulisan teks Arab pada blog ini telah disesuaikan dengan kaidah yang benar. Perbedaan tampilan harakat dapat terjadi tergantung perangkat, font, dan browser yang digunakan.
