25 Hadis Qudsi Pilihan Lengkap dengan Terjemah dan Penjelasan
25 Hadis Qudsi Pilihan: Pesan Ilahiy tentang Cinta, Rahmat, dan Kedekatan Allah
(Teks Arab, Terjemahan Indonesia - Inggris dan Penjelasan)
Dalam kehidupan seorang Muslim, ada
kalanya hati membutuhkan nasihat yang bukan sekadar perintah dan larangan,
tetapi sentuhan langsung yang menenangkan, menguatkan, dan menumbuhkan harapan.
Hadis qudsi hadir sebagai jembatan ruhani antara hamba dan Tuhannya—berisi
pesan ilahiy yang disampaikan melalui lisan Rasulullah ﷺ, namun sarat dengan cinta, rahmat, dan
kedekatan Allah ﷻ
kepada hamba-Nya.
Rangkaian hadis qudsi dan hadis bermakna
ilahiy dalam artikel ini disusun sebagai bahan tadabbur, bukan sekadar bacaan.
Setiap hadis dipilih untuk menguatkan iman, meluruskan prasangka, dan mengajak
hati kembali bergantung sepenuhnya kepada Allah ﷻ.
Hadis qudsi merupakan sabda Nabi Muhammad ﷺ yang memiliki keistimewaan tersendiri. Ia
adalah hadis yang maknanya berasal dari Allah ﷻ, sementara lafaz atau redaksinya
disampaikan oleh Rasulullah ﷺ.
Karena itu, hadis qudsi menempati posisi yang mulia: bukan ayat Al-Qur’an,
namun mengandung pesan ilahiy yang sangat dalam tentang hubungan Allah dengan
hamba-Nya.
Dalam kajian ilmu hadis, para ulama
menjelaskan bahwa tidak semua sabda Nabi ﷺ yang berbicara tentang kehendak, sifat,
atau kecintaan Allah secara langsung disebut sebagai hadis qudsi dalam
pengertian teknis. Sebagian hadis diriwayatkan sebagai hadis Nabi ﷺ biasa (hadis nabawi), namun memiliki
kandungan makna yang jelas bersumber dari Allah. Hadis-hadis semacam ini oleh
sebagian ulama dan penulis disebut sebagai hadis yang bermakna ilahiy
atau bermakna qudsi.
Oleh karena itu, dalam bagian ini pembaca
akan menemukan dua jenis hadis:
1.
Hadis qudsi murni, yaitu hadis yang
secara jelas dinukil sebagai firman Allah dalam riwayat Nabi ﷺ.
2. Hadis Nabi ﷺ
yang mengandung makna ilahiy (makna qudsi),
yaitu hadis sahih yang menjelaskan kehendak, kecintaan, atau penilaian Allah
terhadap hamba-Nya, meskipun redaksinya tidak diawali dengan ungkapan “Allah
berfirman”.
Penandaan ini dilakukan secara sadar dan
jujur sebagai bentuk tanggung jawab ilmiah, agar pembaca tidak mencampuradukkan
antara Al-Qur’an, hadis qudsi, dan hadis nabawi. Dengan pemahaman ini,
diharapkan pembaca dapat menikmati pesan-pesan ilahiy yang terkandung dalam
hadis-hadis pilihan ini dengan lebih jernih, utuh, dan proporsional.
Semoga rangkaian hadis qudsi dan hadis
bermakna ilahiy dalam buku ini dapat menumbuhkan rasa dekat kepada Allah ﷻ, memperkuat harapan akan rahmat-Nya, serta
menginspirasi setiap pembaca untuk memperbaiki niat, amal, dan hubungan
spiritual dalam kehidupan sehari-hari.
Berikut saya tuliskan 25 Hadis Qudsi
pilihan
HADIS QUDSI 1
Tema: Prasangka kepada Allah
أَنَا
عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بِي
(HR. Bukhari & Muslim)
Terjemahan
Indonesia:
“Aku sesuai dengan prasangka hamba-Ku kepada-Ku.”
English
Translation (with IPA):
“I am as My servant expects Me to be.”
/aɪ æm æz maɪ ˈsɜːrvənt
ɪkˈspɛkts
miː tuː biː/
Penjelasan
Hadis (Bahasa Indonesia):
Hadis qudsi ini mengajarkan bahwa hubungan seorang hamba dengan Allah sangat
dipengaruhi oleh prasangkanya. Prasangka yang baik kepada Allah—tentang
rahmat-Nya, ampunan-Nya, dan pertolongan-Nya—akan mendatangkan kebaikan
dari-Nya. Sebaliknya, prasangka buruk dapat menghalangi seorang hamba dari
harapan dan ketenangan hati. Karena itu, Islam menekankan pentingnya selalu
berbaik sangka kepada Allah dalam setiap keadaan.
HADIS QUDSI 2
Tema: Kemuliaan Wali Allah
مَنْ
عَادَى لِي وَلِيًّا فَقَدْ آذَنْتُهُ بِالْحَرْبِ
(HR.
Bukhari)
Terjemahan
Indonesia:
“Barang siapa memusuhi wali-Ku, maka Aku menyatakan perang terhadapnya.”
English
Translation (with IPA):
“Whoever shows enmity toward a close servant of Mine, I declare war against
him.”
/huːˈɛvər ʃoʊz
ˈɛnəmɪ
təˈwɔːrd
ə
kloʊs ˈsɜːrvənt
əv
maɪn, aɪ dɪˈklɛr
wɔːr
əˈɡɛnst
hɪm/
Penjelasan
Hadis (Bahasa Indonesia):
Hadis qudsi ini menegaskan kedudukan mulia para wali Allah, yaitu hamba-hamba
yang beriman dan bertakwa. Memusuhi mereka berarti menentang perlindungan dan
kehormatan yang Allah berikan. Ancaman “perang” dari Allah menunjukkan betapa
besar dosa menyakiti atau memusuhi orang-orang saleh, serta peringatan agar
kaum Muslimin menjaga lisan dan perbuatannya terhadap sesama.
HADIS QUDSI 3
Tema:
Larangan Berbuat Zalim
يَا عِبَادِي إِنِّي
حَرَّمْتُ الظُّلْمَ عَلَى نَفْسِي وَجَعَلْتُهُ بَيْنَكُمْ مُحَرَّمًا فَلَا
تَظَالَمُوا
(HR. Muslim)
Terjemahan
Indonesia:
“Wahai hamba-hamba-Ku, sesungguhnya Aku telah mengharamkan kezaliman atas
diri-Ku dan Aku jadikan kezaliman itu haram di antara kalian, maka janganlah
kalian saling berbuat zalim.”
English
Translation (with IPA):
“O My servants, I have forbidden oppression for Myself and have made it
forbidden among you, so do not oppress one another.”
/oʊ maɪ ˈsɜːrvənts, aɪ hæv fərˈbɪdən əˈprɛʃən fər maɪˈsɛlf ænd hæv meɪd ɪt fərˈbɪdən əˈmʌŋ juː, soʊ duː nɑːt əˈprɛs wʌn əˈnʌðər/
Penjelasan
Hadis (Bahasa Indonesia):
Hadis qudsi ini menegaskan bahwa kezaliman adalah perbuatan yang sangat dibenci
Allah. Bahkan Allah menegaskan bahwa Dia mengharamkan kezaliman atas diri-Nya
sendiri, sebagai bentuk keadilan yang sempurna. Oleh karena itu, manusia
dilarang keras berbuat zalim, baik kepada diri sendiri maupun kepada orang
lain. Hadis ini menjadi landasan utama dalam menegakkan keadilan dan menjaga
hak-hak sesama.
HADIS QUDSI 4
Tema: Amal Ikhlas
أَنَا
أَغْنَى الشُّرَكَاءِ عَنِ الشِّرْكِ، مَنْ عَمِلَ عَمَلًا أَشْرَكَ فِيهِ مَعِي
غَيْرِي تَرَكْتُهُ وَشِرْكَهُ
(HR.
Muslim)
Terjemahan
Indonesia:
“Aku adalah Dzat yang paling tidak membutuhkan sekutu. Barang siapa melakukan
suatu amal lalu ia menyekutukan Aku dengan selain-Ku di dalamnya, maka Aku
tinggalkan dia bersama sekutunya itu.”
English
Translation (with IPA):
“I am the One who is most free from any need of partners. Whoever performs a
deed and associates others with Me in it, I leave him and his association.”
/aɪ æm ðə wʌn
huː ɪz moʊst friː frəm ˈɛni niːd
əv
ˈpɑːrtnərz.
huːˈɛvər pərˈfɔːrmz
ə
diːd ænd əˈsoʊʃieɪts
ˈʌðərz
wɪð miː
ɪn
ɪt,
aɪ
liːv hɪm ænd hɪz
əˌsoʊʃiˈeɪʃən/
Penjelasan
Hadis (Bahasa Indonesia):
Hadis qudsi ini menegaskan bahwa Allah hanya menerima amal yang dilakukan
dengan ikhlas semata-mata karena-Nya. Setiap amal yang dicampuri dengan niat
riya, pamer, atau mencari pujian manusia tidak memiliki nilai di sisi Allah.
Hadis ini menjadi peringatan agar setiap ibadah dan kebaikan dijaga kemurnian
niatnya, karena keikhlasan adalah ruh dari seluruh amal.
HADIS QUDSI 5
Tema: Rahmat Allah Mendahului Murka
إِنَّ
رَحْمَتِي سَبَقَتْ غَضَبِي
(HR.
Bukhari & Muslim)
Terjemahan
Indonesia:
“Sesungguhnya rahmat-Ku mendahului murka-Ku.”
English
Translation (with IPA):
“Indeed, My mercy prevails over My wrath.”
/ɪnˈdiːd,
maɪ ˈmɜːrsi prɪˈveɪlz
ˈoʊvər
maɪ rɒθ/
Penjelasan
Hadis (Bahasa Indonesia):
Hadis qudsi ini menegaskan keluasan rahmat Allah yang selalu lebih besar
daripada murka-Nya. Allah membuka pintu kasih sayang, ampunan, dan penerimaan
taubat bagi hamba-hamba-Nya. Pesan ini menumbuhkan harapan, menguatkan
optimisme, dan mendorong seorang Muslim untuk tidak berputus asa dari rahmat
Allah, sekalipun memiliki banyak kekurangan.
HADIS QUDSI 6
Tema: Mendekat kepada Allah
مَنْ تَقَرَّبَ إِلَيَّ شِبْرًا تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ ذِرَاعًا، وَمَنْ
تَقَرَّبَ إِلَيَّ ذِرَاعًا تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ بَاعًا
(HR.
Bukhari & Muslim)
Terjemahan
Indonesia:
“Barang siapa mendekat kepada-Ku sejengkal, Aku akan mendekat kepadanya
sehasta; dan barang siapa mendekat kepada-Ku sehasta, Aku akan mendekat
kepadanya sedepa.”
English
Translation (with IPA):
“Whoever draws near to Me by a handspan, I draw near to him by an arm’s length;
and whoever draws near to Me by an arm’s length, I draw near to him by a
fathom.”
/huːˈɛvər drɔːz
nɪr
tə
miː baɪ ə ˈhændspæn, aɪ drɔː nɪr
tə
hɪm
baɪ ən ɑːrmz lɛŋθ; ænd huːˈɛvər drɔːz
nɪr
tə
miː baɪ ən ɑːrmz lɛŋθ, aɪ
drɔː nɪr
tə
hɪm
baɪ ə ˈfæðəm/
Penjelasan
Hadis (Bahasa Indonesia):
Hadis qudsi ini menggambarkan betapa besar kasih sayang Allah kepada hamba-Nya.
Setiap upaya kecil untuk mendekat kepada Allah akan dibalas dengan kedekatan
yang jauh lebih besar. Pesan ini mendorong seorang Muslim untuk tidak
meremehkan amal sekecil apa pun, karena Allah menyambutnya dengan rahmat dan
kedekatan yang melimpah.
HADIS QUDSI 7
Tema: Pencatatan Amal
إِنَّ اللَّهَ كَتَبَ الْحَسَنَاتِ وَالسَّيِّئَاتِ، ثُمَّ بَيَّنَ ذَلِكَ
(HR.
Bukhari & Muslim)
Terjemahan
Indonesia:
“Sesungguhnya Allah telah menetapkan (mencatat) kebaikan dan keburukan,
kemudian Dia menjelaskannya.”
English
Translation (with IPA):
“Indeed, Allah has decreed good deeds and bad deeds, and then He clarified
them.”
/ɪnˈdiːd,
əˈlɑːh
hæz dɪˈkriːd
ɡʊd
diːdz ænd bæd diːdz, ænd ðɛn hiː
ˈklærɪfaɪd ðɛm/
Penjelasan
Hadis (Bahasa Indonesia):
Hadis qudsi ini menjelaskan bahwa seluruh amal manusia—baik kebaikan maupun
keburukan—telah dicatat dan ditetapkan oleh Allah dengan keadilan dan kasih
sayang-Nya. Allah menjelaskan bahwa niat memiliki peranan besar dalam penilaian
amal. Bahkan keinginan untuk berbuat baik dapat bernilai pahala, sementara
keburukan yang ditinggalkan karena Allah tidak dicatat sebagai dosa. Hadis ini
menumbuhkan kesadaran untuk menjaga niat dan memperbanyak kebaikan.
HADIS QUDSI 8
Tema: Sedekah Dipelihara Allah
مَا تَصَدَّقَ عَبْدٌ بِصَدَقَةٍ طَيِّبَةٍ إِلَّا أَخَذَهَا اللَّهُ
بِيَمِينِهِ
(HR.
Muslim)
Terjemahan
Indonesia:
“Tidaklah seorang hamba bersedekah dengan sedekah yang baik, kecuali Allah akan
menerimanya dengan tangan kanan-Nya.”
English
Translation (with IPA):
“No servant gives a good charity except that Allah takes it with His right
hand.”
/noʊ ˈsɜːrvənt
ɡɪvz
ə
ɡʊd
ˈʧærɪti ɪkˈsɛpt
ðæt əˈlɑːh
teɪks ɪt wɪð
hɪz
raɪt hænd/
Penjelasan
Hadis (Bahasa Indonesia):
Hadis qudsi ini menunjukkan betapa mulianya sedekah di sisi Allah. Sedekah yang
diberikan dengan harta yang baik dan niat yang ikhlas akan diterima langsung
oleh Allah, lalu dipelihara dan dikembangkan. Hal ini menegaskan bahwa sedekah,
sekecil apa pun, tidak akan sia-sia, tetapi justru menjadi sebab bertambahnya
pahala dan keberkahan bagi pemberinya.
HADIS QUDSI 9
Tema: Ampunan bagi yang Berdoa
يَا ابْنَ آدَمَ إِنَّكَ مَا دَعَوْتَنِي وَرَجَوْتَنِي غَفَرْتُ لَكَ
(HR.
Tirmidzi – hasan sahih)
Terjemahan
Indonesia:
“Wahai anak Adam, sesungguhnya selama engkau berdoa kepada-Ku dan berharap
kepada-Ku, Aku akan mengampunimu.”
English
Translation (with IPA):
“O son of Adam, as long as you call upon Me and place your hope in Me, I will
forgive you.”
/oʊ sʌn əv ˈædəm,
æz lɔːŋ æz
juː kɔːl əˈpɒn
miː ænd pleɪs
jɔːr
hoʊp ɪn miː, aɪ wɪl fərˈɡɪv juː/
Penjelasan
Hadis (Bahasa Indonesia):
Hadis qudsi ini menegaskan luasnya ampunan Allah bagi hamba-Nya yang senantiasa
berdoa dan berharap kepada-Nya. Selama seorang hamba tidak berhenti memohon dan
menggantungkan harapannya kepada Allah, pintu ampunan tetap terbuka. Hadis ini
mengajarkan bahwa doa dan harapan adalah kunci utama untuk memperoleh rahmat
dan pengampunan Allah, sekaligus mencegah sikap putus asa.
HADIS QUDSI 10
Tema: Ampunan Seluas Dosa
يَا ابْنَ آدَمَ لَوْ بَلَغَتْ ذُنُوبُكَ عَنَانَ السَّمَاءِ، ثُمَّ
اسْتَغْفَرْتَنِي غَفَرْتُ لَكَ
(HR.
Tirmidzi)
Terjemahan
Indonesia:
“Wahai anak Adam, seandainya dosa-dosamu mencapai setinggi langit, kemudian
engkau memohon ampun kepada-Ku, niscaya Aku akan mengampunimu.”
English
Translation (with IPA):
“O son of Adam, if your sins were to reach the clouds of the sky and then you
sought My forgiveness, I would forgive you.”
/oʊ sʌn əv ˈædəm,
ɪf
jɔːr
sɪnz
wɜːr
tuː riːʧ ðə klaʊdz əv ðə
skaɪ ænd ðɛn juː
sɔːt
maɪ fərˈɡɪvnəs,
aɪ
wʊd
fərˈɡɪv
juː/
Penjelasan
Hadis (Bahasa Indonesia):
Hadis qudsi ini menunjukkan keluasan ampunan Allah yang tidak terbatas oleh
banyaknya dosa. Selama seorang hamba mau kembali, memohon ampun, dan tidak berputus
asa, Allah menjanjikan pengampunan-Nya. Pesan ini menguatkan harapan,
menumbuhkan semangat taubat, dan menegaskan bahwa rahmat Allah selalu terbuka
bagi siapa pun yang bersungguh-sungguh kembali kepada-Nya.
HADIS QUDSI 11
Tema: Allah Tidak Membutuhkan Makhluk
يَا عِبَادِي لَوْ أَنَّ أَوَّلَكُمْ وَآخِرَكُمْ وَإِنْسَكُمْ وَجِنَّكُمْ
كَانُوا عَلَى أَتْقَى قَلْبِ رَجُلٍ وَاحِدٍ مِنْكُمْ مَا زَادَ ذَلِكَ فِي
مُلْكِي شَيْئًا
(HR.
Muslim)
Terjemahan
Indonesia:
“Wahai hamba-hamba-Ku, seandainya orang-orang yang terdahulu dan yang terakhir
di antara kalian, baik manusia maupun jin, semuanya bertakwa seperti orang yang paling bertakwa di antara kalian, hal itu tidak akan menambah
sedikit pun pada kekuasaan-Ku.”
English
Translation (with IPA):
“O My servants, if the first and the last of you, among humans and jinn, were
as pious as the most pious heart among you, that would not increase My dominion
in the least.”
/oʊ maɪ ˈsɜːrvənts,
ɪf
ðə
fɜːrst
ænd ðə læst əv juː, əˈmʌŋ ˈhjuːmənz ænd dʒɪn,
wɜːr
æz ˈpaɪəs
æz ðə moʊst
ˈpaɪəs
hɑːrt
əˈmʌŋ juː,
ðæt wʊd
nɑːt
ɪnˈkriːs
maɪ dəˈmɪnjən
ɪn
ðə
liːst/
Penjelasan
Hadis (Bahasa Indonesia):
Hadis qudsi ini menegaskan kemahasempurnaan Allah dan ketidaktergantungan-Nya
kepada makhluk. Ketaatan atau ketidaktaatan manusia tidak menambah maupun
mengurangi kekuasaan Allah sedikit pun. Hadis ini mengajarkan bahwa semua amal
kebaikan Ridhai manfaatnya kepada manusia sendiri, bukan kepada Allah, sehingga
manusia didorong untuk beramal demi kebaikan dirinya dan mencari Ridha-Nya.
HADIS QUDSI 12
Tema: Hidayah dan Kesesatan
يَا عِبَادِي كُلُّكُمْ ضَالٌّ إِلَّا مَنْ هَدَيْتُهُ فَاسْتَهْدُونِي
أَهْدِكُمْ
(HR.
Muslim)
Terjemahan
Indonesia:
“Wahai hamba-hamba-Ku, kalian semua berada dalam kesesatan kecuali orang yang
Aku beri petunjuk. Maka mintalah petunjuk kepada-Ku, niscaya Aku akan memberi
kalian petunjuk.”
English
Translation (with IPA):
“O My servants, all of you are misguided except those whom I guide. So seek
guidance from Me, and I will guide you.”
/oʊ maɪ ˈsɜːrvənts,
ɔːl
əv
juː ɑːr mɪsˈɡaɪdɪd
ɪkˈsɛpt
ðoʊz huːm
aɪ
ɡaɪd.
soʊ siːk ˈɡaɪdəns frəm
miː, ænd aɪ
wɪl
ɡaɪd
juː/
Penjelasan
Hadis (Bahasa Indonesia):
Hadis qudsi ini menegaskan bahwa hidayah sepenuhnya berada di tangan Allah.
Manusia pada dasarnya membutuhkan petunjuk agar tidak tersesat dalam menjalani
kehidupan. Oleh karena itu, Allah memerintahkan hamba-Nya untuk senantiasa
memohon hidayah dan bimbingan-Nya. Hadis ini mengajarkan kerendahan hati,
ketergantungan kepada Allah, dan pentingnya doa dalam menjaga jalan kebenaran.
HADIS QUDSI 13
Tema: Kekayaan Allah
يَا عِبَادِي لَوْ أَنَّ أَوَّلَكُمْ وَآخِرَكُمْ وَإِنْسَكُمْ وَجِنَّكُمْ
قَامُوا فِي صَعِيدٍ وَاحِدٍ فَسَأَلُونِي فَأَعْطَيْتُ كُلَّ إِنْسَانٍ
مَسْأَلَتَهُ مَا نَقَصَ ذَلِكَ مِمَّا عِنْدِي إِلَّا كَمَا يَنْقُصُ الْمِخْيَطُ
إِذَا أُدْخِلَ الْبَحْرَ
(HR.
Muslim)
Terjemahan
Indonesia:
“Wahai hamba-hamba-Ku, seandainya orang-orang yang terdahulu dan yang terakhir
di antara kalian, baik manusia maupun jin, berdiri di satu tempat lalu meminta
kepada-Ku, kemudian Aku memberi setiap orang apa yang ia minta, hal itu tidak
akan mengurangi apa yang ada di sisi-Ku sedikit pun, kecuali seperti
berkurangnya jarum etika dicelupkan ke laut.”
English
Translation (with IPA):
“O My servants, if the first and the last of you, among humans and jinn, were
to stand in one place and ask Me, and I gave each person what he requested,
that would not diminish what I possess any more than a needle diminishes the
sea when dipped into it.”
/oʊ maɪ ˈsɜːrvənts,
ɪf
ðə
fɜːrst
ænd ðə læst əv juː, əˈmʌŋ ˈhjuːmənz ænd dʒɪn,
wɜːr
tuː stænd ɪn
wʌn
pleɪs ænd æsk miː, ænd aɪ
ɡeɪv
iːʧ
ˈpɜːrsən
wʌt
hi rɪˈkwɛstɪd,
ðæt wʊd
nɑːt
dɪˈmɪnɪʃ
wʌt
aɪ
pəˈzɛs
ˈɛni
mɔːr
ðæn ə
ˈniːdl
dɪˈmɪnɪʃɪz
ðə
siː wɛn dɪpt ˈɪntuː
ɪt/
Penjelasan
Hadis (Bahasa Indonesia):
Hadis qudsi ini menggambarkan keluasan kekayaan dan kemurahan Allah yang tidak
terbatas. Pemberian Allah kepada seluruh makhluk-Nya tidak mengurangi sedikit
pun apa yang ada di sisi-Nya. Perumpamaan jarum dan lautan menegaskan bahwa
kekayaan Allah bersifat mutlak dan tidak berkurang, sehingga manusia diajak
untuk yakin, berharap, dan tidak ragu dalam memohon kepada-Nya.
HADIS QUDSI 14
Tema: Puasa Milik Allah
كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلَّا الصِّيَامَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا
أَجْزِي بِهِ
(HR.
Bukhari & Muslim)
Terjemahan
Indonesia:
“Setiap amal anak Adam adalah untuknya, kecuali puasa. Sesungguhnya puasa itu
adalah untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya.”
English
Translation (with IPA):
“Every deed of the son of Adam is for himself, except fasting; it is for Me,
and I alone will reward it.”
/ˈɛvri
diːd əv ðə
sʌn
əv
ˈædəm ɪz
fər
hɪmˈsɛlf,
ɪkˈsɛpt
ˈfɑːstɪŋ; ɪt
ɪz
fər
miː, ænd aɪ
əˈloʊn
wɪl
rɪˈwɔːrd
ɪt/
Penjelasan
Hadis (Bahasa Indonesia):
Hadis qudsi ini menunjukkan keistimewaan ibadah puasa dibandingkan ibadah
lainnya. Puasa merupakan amal yang sangat tersembunyi dan penuh keikhlasan,
karena hanya Allah yang benar-benar mengetahui hakikatnya. Oleh sebab itu,
Allah menyandarkan puasa langsung kepada-Nya dan menjanjikan balasan khusus
yang tidak terbatas bagi orang-orang yang melaksanakannya dengan iman dan
keikhlasan.
HADIS QUDSI 15
Tema: Doa Orang Terzalimi
وَعِزَّتِي وَجَلَالِي لَأَنْصُرَنَّكَ وَلَوْ بَعْدَ حِينٍ
(HR.
Ahmad – hasan)
Terjemahan
Indonesia:
“Demi kemuliaan dan keagungan-Ku, sungguh Aku akan menolongmu, meskipun setelah
beberapa waktu.”
English
Translation (with IPA):
“By My might and My majesty, I will surely help you, even if it is after some
time.”
/baɪ maɪ maɪt ænd maɪ
ˈmædʒɪsti, aɪ
wɪl
ˈʃʊərli
hɛlp
juː, ˈiːvən ɪf ɪt ɪz ˈɑːftər
sʌm
taɪm/
Penjelasan
Hadis (Bahasa Indonesia):
Hadis qudsi ini menegaskan bahwa doa orang yang terzalimi tidak akan diabaikan
oleh Allah. Meskipun pertolongan Allah terkadang tidak datang secara langsung,
Allah menjamin bahwa keadilan-Nya pasti terwujud pada waktu yang Dia kehendaki.
Hadis ini memberikan penghiburan dan harapan bagi orang yang dizalimi,
sekaligus peringatan keras bagi pelaku kezaliman bahwa tidak ada kezaliman yang
luput dari pengawasan Allah.
HADIS QUDSI 16
Tema: Allah Bersama Orang yang Dizalimi
إِنِّي أُجِيبُ دَعْوَةَ الْمَظْلُومِ
(HR.
Ahmad)
Terjemahan
Indonesia:
“Sesungguhnya Aku mengabulkan doa orang yang dizalimi.”
English
Translation (with IPA):
“Indeed, I answer the supplication of the oppressed.”
/ɪnˈdiːd,
aɪ
ˈænsər
ðə
ˌsʌplɪˈkeɪʃən
əv
ði əˈprɛst/
Penjelasan
Hadis (Bahasa Indonesia):
Hadis qudsi ini menegaskan kedekatan Allah dengan hamba-Nya yang dizalimi. Doa
orang yang teraniaya memiliki kedudukan khusus di sisi Allah dan tidak
terhalang oleh apa pun. Hadis ini memberikan penguatan batin bagi mereka yang
mengalami ketidakadilan, sekaligus menjadi peringatan keras bahwa kezaliman
pasti mendapat balasan dari Allah.
HADIS QUDSI 17
Tema: Allah Memuji Hamba-Nya
إِذَا قَالَ الْعَبْدُ الْحَمْدُ لِلَّهِ قَالَ اللَّهُ حَمِدَنِي عَبْدِي
(HR.
Muslim)
Terjemahan
Indonesia:
“Apabila seorang hamba mengucapkan, ‘Alhamdulillah’, maka Allah berfirman,
‘Hamba-Ku telah memuji-Ku.’”
English
Translation (with IPA):
“When a servant says, ‘All praise is for Allah,’ Allah says, ‘My servant has
praised Me.’”
/wɛn ə ˈsɜːrvənt
sɛz,
ɔːl
preɪz ɪz fər əˈlɑːh, əˈlɑːh
sɛz,
maɪ ˈsɜːrvənt
hæz preɪzd
miː/
Penjelasan
Hadis (Bahasa Indonesia):
Hadis qudsi ini menunjukkan betapa besar nilai ucapan alhamdulillah di
sisi Allah. Pujian yang tulus dari seorang hamba tidak hanya menjadi bentuk yukur,
tetapi juga mendapat pengakuan langsung dari Allah. Hadis ini mengajarkan bahwa
zikir sederhana, jika dilakukan dengan kesadaran dan keikhlasan, memiliki
kedudukan yang sangat mulia dan mendekatkan hamba kepada Tuhannya.
HADIS QUDSI 18
Tema: Shalat sebagai Dialog dengan Allah
قَسَمْتُ الصَّلَاةَ بَيْنِي وَبَيْنَ عَبْدِي نِصْفَيْنِ
(HR.
Muslim)
Terjemahan
Indonesia:
“Aku membagi shalat antara Aku dan hamba-Ku menjadi dua bagian.”
English
Translation (with IPA):
“I have divided the prayer between Me and My servant into two parts.”
/aɪ hæv dɪˈvaɪdɪd
ðə
prɛər bɪˈtwiːn
miː ænd maɪ
ˈsɜːrvənt
ˈɪntuː
tuː pɑːrts/
Penjelasan
Hadis (Bahasa Indonesia):
Hadis qudsi ini menjelaskan kedudukan shalat sebagai bentuk dialog langsung
antara hamba dan Allah. Dalam shalat, khususnya saat membaca Surah Al-Fatihah,
seorang hamba bermunajat dan Allah menjawab setiap ayat yang dibacanya. Hal ini
menegaskan bahwa shalat bukan sekadar gerakan ritual, melainkan komunikasi
spiritual yang hidup, penuh makna, dan menjadi sarana kedekatan seorang hamba
dengan Tuhannya.
HADIS QUDSI 19
Tema: Allah Maha Dekat
إِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ
(HR.
Muslim – makna qudsi)
Terjemahan
Indonesia:
“Sesungguhnya Aku Maha Dekat. Aku mengabulkan doa orang yang berdoa.”
English
Translation (with IPA):
“Indeed, I am near. I respond to the supplication of the one who calls upon
Me.”
/ɪnˈdiːd,
aɪ
æm nɪr.
aɪ
rɪˈspɒnd
tuː ðə
ˌsʌplɪˈkeɪʃən
əv
ðə
wʌn
huː kɔːlz əˈpɒn
miː/
Penjelasan
Hadis (Bahasa Indonesia):
Hadis ini menegaskan kedekatan Allah dengan hamba-Nya, khususnya dalah seorang
hamba berdoa. Allah tidak jauh dan tidak sulit dijangkau; Dia Maha Dekat dan
Maha Mendengar. Setiap doa yang dipanjatkan dengan ketulusan akan sampai
kepada-Nya dan dijawab sesuai dengan hikmah-Nya. Pesan ini menguatkan keyakinan
bahwa doa dalah sarana langsung untuk berhubungan dengan Allah tanpa perantara.
HADIS QUDSI 20
Tema: Cinta Allah kepada Hamba-Nya
إِذَا أَحَبَّ اللَّهُ عَبْدًا نَادَى جِبْرِيلَ: إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ
فُلَانًا فَأَحِبَّهُ
(HR.
Bukhari & Muslim)
Terjemahan
Indonesia:
“Apabila Allah mencintai seorang hamba, Dia memanggil Jibril seraya berfirman,
‘Sesungguhnya Allah mencintai si fulan, maka cintailah dia.’”
English
Translation (with IPA):
“When Allah loves a servant, He calls Jibril and says, ‘Indeed, Allah loves
so-and-so, so love him.’”
/wɛn əˈlɑːh lʌvz
ə
ˈsɜːrvənt,
hiː kɔːlz ˈdʒɪbrɪl
ænd sɛz,
ɪnˈdiːd
əˈlɑːh
lʌvz
soʊ ænd soʊ,
soʊ lʌv hɪm/
Penjelasan
Hadis (Bahasa Indonesia):
Hadis ini menjelaskan kemuliaan besar bagi seorang hamba yang dicintai Allah.
Cinta Allah tidak hanya berhenti pada hamba tersebut, tetapi juga disebarkan
kepada para malaikat dan kemudian diterima oleh makhluk di bumi. Hal ini
menunjukkan bahwa cinta Allah membawa keberkahan, penerimaan, dan kebaikan yang
luas. Hadis ini mendorong setiap Muslim untuk berusaha meraih cinta Allah
melalui iman, amal saleh, dan akhlak yang baik.
HADIS QUDSI 21
Tema: Allah Menutupi Aib Hamba
مَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللَّهُ
(HR.
Muslim)
Terjemahan
Indonesia:
“Barang siapa menutupi aib seorang Muslim, maka Allah akan menutupi aibnya.”
English
Translation (with IPA):
“Whoever conceals the faults of a Muslim, Allah will conceal his faults.”
/huːˈɛvər kənˈsiːlz
ðə
fɔːlts
əv
ə
ˈmʊslɪm,
əˈlɑːh
wɪl
kənˈsiːl
hɪz
fɔːlts/
Penjelasan
Hadis (Bahasa Indonesia):
Hadis ini mengajarkan pentingnya menjaga kehormatan dan martabat esame Muslim.
Menutupi aib orang lain bukan berarti membenarkan kesalahan, tetapi menjaga
agar kekurangan tersebut tidak disebarluaskan dan tidak menimbulkan mudarat
yang lebih besar. Allah menjanjikan balasan yang sepadan, yaitu perlindungan
dan penutupan aib bagi hamba yang menjaga kehormatan saudaranya.
HADIS QUDSI 22
Tema: Allah Menolong Hamba-Nya
أَنَا فِي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيهِ
(HR.
Muslim)
Terjemahan
Indonesia:
“Aku senantiasa menolong hamba-Ku selama hamba itu menolong saudaranya.”
English
Translation (with IPA):
“I am in support of My servant as long as the servant is in support of his
brother.”
/aɪ æm ɪn
səˈpɔːrt
əv
maɪ ˈsɜːrvənt
æz lɔːŋ æz
ðə
ˈsɜːrvənt
ɪz
ɪn
səˈpɔːrt
əv
hɪz
ˈbrʌðər/
Penjelasan
Hadis (Bahasa Indonesia):
Hadis ini menegaskan hubungan erat antara pertolongan Allah dan kepedulian
sosial seorang hamba. Allah menjanjikan pertolongan-Nya kepada siapa saja yang
ringan tangan membantu sesama. Semakin besar kepedulian dan bantuan yang
diberikan kepada orang lain, semakin besar pula pertolongan Allah yang akan
diterima. Hadis ini menanamkan nilai solidaritas, empati, dan tanggung jawab
sosial dalam kehidupan seorang Muslim.
HADIS QUDSI 23
Tema: Amal Sedikit tapi Rutin
أَحَبُّ الْأَعْمَالِ إِلَيَّ أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ
(HR.
Bukhari & Muslim – makna qudsi)
Terjemahan
Indonesia:
“Amal yang paling dicintai oleh-Ku ocus yang dilakukan secara terus-menerus,
meskipun sedikit.”
English
Translation (with IPA):
“The deeds most beloved to Me are those done consistently, even if they are
small.”
/ðə diːdz moʊst bɪˈlʌvd tuː
miː ɑːr ðoʊz dʌn kənˈsɪstəntli, ˈiːvən ɪf ðeɪ ɑːr smɔːl/
Penjelasan
Hadis (Bahasa Indonesia):
Hadis ini mengajarkan bahwa nilai suatu amal tidak hanya diukur dari besar atau
kecilnya, tetapi dari kesinambungan dan keistikamahannya. Amal yang sedikit
namun dilakukan secara rutin menunjukkan kesungguhan, keikhlasan, dan komitmen
seorang hamba kepada Allah. Pesan ini mendorong seorang Muslim untuk menjaga
amalan sederhana secara konsisten daripada melakukan amal besar tetapi
terputus-putus.
HADIS QUDSI 24
Tema: Nilai Hati dan Amal
إِنَّ اللَّهَ لَا يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَلَا إِلَى أَجْسَادِكُمْ،
وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ
(HR.
Muslim – makna qudsi)
Terjemahan
Indonesia:
“Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada rupa dan tubuh kalian, tetapi Dia
melihat kepada hati dan amal perbuatan kalian.”
English
Translation (with IPA):
“Indeed, Allah does not look at your appearances or your bodies, but He looks
at your hearts and your deeds.”
/ɪnˈdiːd,
əˈlɑːh
dʌz
nɒt
lʊk
æt jɔːr
əˈpɪərənsɪz
ɔːr
jɔːr
ˈbɒdiz,
bət
hiː lʊks æt jɔːr
hɑːrts
ænd jɔːr
diːdz/
Penjelasan
Hadis (Bahasa Indonesia):
Hadis ini menegaskan bahwa penilaian Allah terhadap manusia tidak didasarkan
pada penampilan fisik, kedudukan, atau harta, melainkan pada kebersihan hati
dan kualitas amal. Pesan ini mengajarkan bahwa keikhlasan, ketulusan niat, dan
perbuatan baik memiliki nilai yang jauh lebih besar daripada penampilan
lahiriah. Seorang Muslim diajak untuk fokus memperbaiki hati dan amal, bukan
sekadar tampilan luar.
HADIS QUDSI 25
Tema: Allah Maha Kaya dan Maha Sempurna
يَا عِبَادِي لَنْ تَبْلُغُوا ضُرِّي فَتَضُرُّونِي، وَلَنْ تَبْلُغُوا
نَفْعِي فَتَنْفَعُونِي
(HR.
Muslim)
Terjemahan
Indonesia:
“Wahai hamba-hamba-Ku, kalian tidak akan mampu membahayakan-Ku sehingga dapat
membahayakan-Ku, dan kalian tidak akan mampu memberi manfaat kepada-Ku sehingga
dapat memberi manfaat kepada-Ku.”
English
Translation (with IPA):
“O My servants, you will never be able to harm Me so as to harm Me, nor will
you be able to benefit Me so as to benefit Me.”
/oʊ maɪ ˈsɜːrvənts,
juː wɪl ˈnɛvər bi ˈeɪbəl tuː hɑːrm miː
soʊ æz tuː
hɑːrm
miː, nɔːr wɪl
juː bi ˈeɪbəl tuː ˈbɛnɪfɪt miː soʊ æz tuː
ˈbɛnɪfɪt
miː/
Penjelasan
Hadis (Bahasa Indonesia):
Hadis qudsi ini menegaskan kemahasempurnaan dan kekayaan mutlak Allah. Segala
ketaatan atau kemaksiatan manusia tidak memberi manfaat maupun mudarat sedikit
pun kepada Allah. Seluruh amal perbuatan manusia kembali dampaknya kepada diri
mereka sendiri. Pesan ini mengajarkan keikhlasan dalam beribadah dan kesadaran
bahwa manusia membutuhkan Allah sepenuhnya, sementara Allah sama sekali tidak
membutuhkan makhluk-Nya.
Rangkaian hadis qudsi dan hadis
bermakna ilahiy ini menunjukkan bahwa hubungan antara Allah ﷻ
dan hamba-Nya dibangun di atas rahmat, keadilan, cinta, dan kedekatan. Di
dalamnya terdapat penghiburan bagi yang lemah, harapan bagi yang berdosa,
peringatan bagi yang lalai, serta motivasi bagi yang ingin istiqamah dalam
kebaikan.
Melalui hadis-hadis ini, kita diajak
untuk memperbaiki prasangka kepada Allah, menjaga keikhlasan amal, memperbanyak
doa, serta menumbuhkan kepedulian terhadap sesama. Semoga setiap hadis yang
dibaca tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi benar-benar hidup dalam niat,
sikap, dan amal keseharian kita.
Semoga Allah ﷻ menjadikan rangkaian hadis ini sebagai cahaya bagi hati, penguat iman, dan sebab semakin dekatnya kita kepada-Nya. Āmīn.
Catatan Klasifikasi Hadis:
Kategori | Nomor Hadis |
Hadis Qudsi Murni | 1–18 |
Hadis Nabi ﷺ
Bermakna Ilahiy | 19–25 |
