HADIS QUDSI 18 Tema: Shalat sebagai Dialog dengan Allah
HADIS QUDSI 18
Tema: Shalat sebagai Dialog dengan Allah
قَسَمْتُ الصَّلَاةَ بَيْنِي وَبَيْنَ
عَبْدِي نِصْفَيْنِ
(HR. Muslim)
Terjemahan Indonesia:
“Aku membagi shalat antara Aku dan hamba-Ku menjadi dua bagian.”
English Translation (with IPA):
“I have divided the prayer between Me and My servant into two parts.”
/aɪ
hæv
dɪˈvaɪdɪd ðə prɛər bɪˈtwiːn miː ænd maɪ ˈsɜːrvənt ˈɪntuː tuː pɑːrts/
Penjelasan Hadis (Bahasa Indonesia):
Hadis qudsi ini menjelaskan kedudukan shalat sebagai bentuk dialog langsung
antara hamba dan Allah. Dalam shalat, khususnya saat membaca Surah Al-Fatihah,
seorang hamba bermunajat dan Allah menjawab setiap ayat yang dibacanya. Hal ini
menegaskan bahwa shalat bukan sekadar gerakan ritual, melainkan komunikasi spiritual
yang hidup, penuh makna, dan menjadi sarana kedekatan seorang hamba dengan
Tuhannya.
<< Kembali ke daftar 25 Hadis Qudsi lengkap. Silahkan klik di sini