Toleransi Tanpa Relativisme: Ketika Kebenaran Menjadi Pudar

Toleransi Tanpa Relativisme
Menjaga sikap saling menghormati tanpa mengorbankan prinsip kebenaran 

Zaman ini kebenaran jarang ditolak secara terang-terangan. Ia lebih sering dipudarkan atau dikaburkan. Tidak disangkal, tetapi diperlunak. Tidak diserang, tetapi disamakan. Akhirnya, kebenaran kehilangan pijakan—bukan karena ia salah, tetapi karena ia dilarutkan.

Inilah yang disebut relativisme: cara pandang yang menganggap kebenaran sepenuhnya bergantung pada sudut pandang, situasi, dan perasaan. Sekilas terdengar ramah dan menenangkan. Namun, tanpa disadari, relativisme perlahan melemahkan keberanian moral dan membuat hidup kehilangan arah.

Ketika Toleransi Bergeser Menjadi Pengaburan

Toleransi adalah sikap mulia. Ia mengajarkan penghormatan terhadap perbedaan tanpa harus memusuhi. Masalah muncul ketika toleransi melangkah terlalu jauh—hingga menyamakan yang benar dan yang salah demi menghindari ketegangan.

Contoh Kasus

Dalam diskusi keluarga atau pertemanan, kita sering mendengar:

“Sudahlah, semua orang punya kebenaran masing-masing.”

Kalimat ini terasa dewasa. Namun ketika berhadapan dengan kebohongan, kecurangan, atau pengingkaran amanah, sikap ini justru mematikan evaluasi moral. Yang salah tidak diperbaiki. Yang benar tidak diperjuangkan.

Solusi Beradab

  • Bedakan menghormati orang dan menilai perbuatan
  • Gunakan bahasa tenang:
    “Saya menghargai orangnya, tetapi perbuatannya tetap perlu diluruskan.”

Ini bukan intoleransi, melainkan kejujuran sikap.

“Yang Penting Niatnya Baik”

Relativisme sering bersembunyi di balik kalimat yang tampak religius dan menenangkan.

Contoh Kasus

Seseorang melakukan tindakan keliru, lalu dibela dengan berkata:

“Niatnya kan baik.”

Niat memang penting. Namun ketika niat dijadikan alasan untuk mengabaikan cara dan dampak, kebenaran turun derajat menjadi soal perasaan.

Solusi Beradab

  • Tegaskan dengan lembut:
    “Niat baik itu penting, tapi cara yang benar juga penting.”
  • Satukan niat yang lurus dengan jalan yang benar.

Diam demi Harmoni

Ada relativisme yang tidak diucapkan, tetapi dipraktikkan melalui diam.

Contoh Kasus

Di lingkungan kerja atau komunitas, terjadi praktik tidak jujur. Seseorang memilih diam:

“Daripada ribut, lebih baik diam. Ini kan soal sudut pandang.”

Diam terasa aman, tetapi sebenarnya ikut membiarkan. Hati perlahan menjadi tumpul.

Solusi Beradab

  • Tidak perlu konfrontasi kasar
  • Pilih jalur hikmah: nasihat tertutup, dialog personal, atau mekanisme yang tepat
  • Teguh tanpa keras, berani tanpa kasar

Inilah makna saling menasihati dalam kebenaran: menguatkan, bukan mempermalukan.

Dampak Batin yang Jarang Disadari

Relativisme tidak hanya memengaruhi wacana publik, tetapi juga batin individu. Ketika semua dianggap relatif, seseorang kesulitan mengambil keputusan. Hati lelah karena terus menimbang tanpa pegangan. Hidup terasa penuh, tetapi kabur.

Banyak orang memilih relativisme bukan karena yakin, melainkan karena lelah berjuang. Ia menawarkan rasa aman palsu—tenang sesaat, tetapi rapuh saat krisis datang.

Jalan Kembali: Teguh Tanpa Keras

Menolak relativisme bukan berarti memusuhi. Yang dibutuhkan adalah keteguhan yang beradab:

  • Memegang prinsip dengan jelas
  • Menyampaikannya dengan hikmah
  • Menjaga batas tanpa merendahkan

Kebenaran tidak menuntut semua orang sepakat. Ia hanya menuntut kejujuran sikap.

Kebenaran sebagai Cahaya

Kebenaran bukan beban. Ia adalah cahaya. Ia memberi arah, membebaskan dari kebingungan, dan menenangkan langkah. Ketika kebenaran berdiri tegak—tanpa disamarkan dan tanpa dimusuhi—hidup kembali memiliki kompas.

Relativisme menjanjikan kedamaian dengan menghapus batas.
Kebenaran memberi ketenangan dengan menegakkan arah.

Penutup

Relativisme menawarkan kenyamanan dengan mengaburkan batas, tetapi kenyamanan semacam itu membuat hidup kehilangan arah. Kebenaran dibutuhkan bukan untuk berdebat, melainkan untuk menjadi pegangan dalam bersikap dan mengambil keputusan. Bersikap tegas tidak harus keras, dan toleransi tidak berarti menyamakan benar dan salah. Ketika kebenaran ditempatkan dengan jujur dan beradab, hidup menjadi lebih jelas, ringan, dan tenang.

Semoga kita dimampukan untuk bersikap jujur, teguh, dan beradab—agar toleransi tetap mulia, dan kebenaran tetap bercahaya.


Miliki Segera!!! Buku ACTIVE PRONUNCIATION. Silahkan KLIK gambar bukunya untuk INFO dan PEMESANAN.

Miliki Segera!!! Buku ACTIVE PRONUNCIATION. Silahkan KLIK gambar bukunya untuk INFO dan PEMESANAN.
ACTIVE PRONUNCIATION | Kampung Inggris Original Product. Penyusun: M Haris Shofy A & Hasbiyallah Nasri ☆☆HARGA TERJANGKAU☆☆ Tersedia juga di Shopee, Lazada dan toko online lainnya.

● POSTINGAN TERPOPULER BLOG INI

CARA MEMBACA IRREGULAR VERBS A-Z | VERB 1 2 3

CARA MEMBACA REGULAR VERBS A-Z | VERB 1 2 3

KAMUS ISTILAH POPULER BAHASA INDONESIA

DAFTAR DALIL AL QUR'AN TENTANG BERBAGAI TEMA

97 PERIBAHASA BAHASA INGGRIS PLUS CARA BACA, ARTI DAN PENJELASANNYA

CARA MEMBACA SIMBOL FONETIK BAHASA INGGRIS (IPA)

KAMUS ISTILAH POPULER BAHASA INGGRIS

Kisah Nyata & Ajaib di Balik Buku Active Pronunciation

● POSTINGAN TERBARU 》 SILAHKAN KLIK

BUKU ACTIVE PRONUNCIATION - KLIK GAMBAR BUKUNYA UNTUK PEMESANAN

BUKU ACTIVE PRONUNCIATION - KLIK GAMBAR BUKUNYA UNTUK PEMESANAN
Kampung Inggris Original Product. Penyusun: M Haris Shofy A & Hasbiyallah Nasri. Harga bisa berubah sewaktu-waktu.