Benarkah Islam Mengajarkan Konsep Bumi Datar dan Langit Kubah?

Benarkah Islam Mengajarkan Konsep Bumi Datar dan Langit Kubah Kaca?
Meluruskan Persepsi dengan Dalil dan Akal Sehat 

Di tengah berkembangnya diskursus sains dan agama, tidak sedikit pihak di luar Islam—bahkan sebagian kaum Muslim sendiri—yang beranggapan bahwa Islam mengajarkan konsep bumi datar dan langit sebagai kubah kaca yang tak dapat ditembus. Pandangan ini kerap diperkuat oleh potongan ayat Al-Qur’an yang dipahami secara harfiah, serta video-video eksperimen populer yang mengklaim roket atau rudal tidak mampu menembus “langit”.

Namun, benarkah demikian konsep Islam tentang alam semesta?

Al-Qur’an: Kitab Hidayah, Bukan Buku Astronomi Teknis

Dalam khazanah keilmuan Islam, terdapat kaidah penting yang disepakati para ulama:

Al-Qur’an adalah kitab petunjuk (hidayah), bukan kitab sains teknis.

Al-Qur’an berbicara tentang alam semesta dengan bahasa yang dipahami manusia lintas zaman, bukan dengan istilah fisika atau astronomi modern. Karena itu, Al-Qur’an tidak pernah secara eksplisit menyatakan bahwa bumi itu datar maupun bulat dalam pengertian geometris.

Ayat-ayat yang menyebut bumi “dihamparkan” seperti dalam QS. Al-Ghāsyiyah: 20 atau QS. An-Naba’: 6, oleh para mufasir klasik dipahami sebagai penjelasan fungsi bumi—yakni layak dihuni, dilalui, dan dimanfaatkan manusia—bukan pernyataan tentang bentuk fisiknya.

Isyarat Al-Qur’an dan Pandangan Ulama

Menariknya, Al-Qur’an justru memuat ayat-ayat yang oleh banyak ulama dipahami lebih selaras dengan konsep bumi bulat, meskipun tidak menyatakannya secara eksplisit.

Contohnya QS. Az-Zumar: 5 yang menyebut pergantian siang dan malam dengan istilah “yukawwiru” (menggulung), sebuah kata yang dalam bahasa Arab digunakan untuk menggulung sesuatu di atas permukaan melengkung. Ayat lain, QS. An-Nāzi‘āt: 30, menggunakan kata “dahāhā”, yang dalam literatur bahasa Arab klasik juga memiliki makna membentangkan sesuatu yang berbentuk melengkung.

Karena itu, tidak mengherankan jika sejumlah ulama besar seperti Ibn Hazm, Al-Ghazali, dan Fakhruddin Ar-Razi menerima konsep bumi bulat, dan yang lebih penting: mereka tidak menganggapnya sebagai masalah akidah.

Hadis Nabi dan Sudut Pandang Manusia

Tidak ada satu pun hadis shahih yang menyatakan bahwa bumi itu datar atau langit berbentuk kubah kaca. Hadis-hadis yang menyebut matahari terbit dan terbenam dipahami sebagai deskripsi fenomena dari sudut pandang manusia, bukan penjelasan kosmologi ilmiah.

Ini sejalan dengan cara bahasa manusia bekerja sehari-hari, tanpa harus bertentangan dengan fakta ilmiah.

Tentang Klaim “Langit Kubah Kaca yang Tak Tertembus”

Sebagian orang mengaitkan ayat-ayat tentang “langit yang terjaga” atau “langit sebagai atap” dengan anggapan bahwa langit adalah kubah padat seperti kaca yang tidak bisa ditembus roket atau rudal.

Dalam tafsir para ulama, istilah “langit” (as-samā’) tidak selalu bermakna benda fisik tunggal, melainkan bisa merujuk pada:

  • Lapisan atmosfer
  • Ruang angkasa
  • Tata kosmos secara umum
  • Atau sistem perlindungan Allah terhadap bumi

Penjagaan langit lebih dipahami sebagai fungsi dan ketetapan Allah, bukan struktur material yang harus diuji dengan percobaan senjata. Karena itu, klaim eksperimen rudal yang “gagal menembus langit” tidak dapat dijadikan dalil keagamaan, baik secara ilmiah maupun secara tafsir.

Kesimpulan: Islam Tidak Anti Ilmu, Tidak Terjebak Literalisme

Dari Al-Qur’an, hadis, dan literatur Islam dapat disimpulkan:

  1. Islam tidak mengajarkan bumi datar.
  2. Islam juga tidak mewajibkan pemeluknya meyakini bentuk bumi tertentu sebagai bagian dari iman.
  3. Al-Qur’an menggunakan bahasa fenomenologis—bahasa yang sesuai dengan pengalaman manusia.
  4. Para ulama klasik memberi ruang luas bagi akal dan ilmu pengetahuan.
  5. Isu bentuk bumi dan struktur langit berada dalam ranah ilmu dan observasi, bukan pokok akidah.

Penutup

Mengaitkan Islam dengan teori bumi datar atau kubah langit kaca secara kaku justru merugikan citra Islam itu sendiri. Islam sejak awal hadir sebagai agama yang menghormati akal, mendorong ilmu, dan membimbing manusia menuju tauhid, bukan sebagai penghalang kemajuan pengetahuan.

Meluruskan kesalahpahaman ini bukan untuk memenangkan debat, tetapi agar Islam dipahami sebagaimana mestinya: agama yang lurus, adil, dan selaras dengan akal sehat.

Pada akhirnya, kegelisahan dalam mencari kebenaran adalah bagian dari perjalanan iman yang sehat. Islam tidak menuntut pemeluknya untuk mengikat keimanan pada bentuk bumi atau struktur langit, tetapi mengarahkan hati agar mengenal Pencipta alam semesta itu sendiri. Selama Al-Qur’an dibaca dengan bimbingan ilmu, tafsir, dan akal yang jujur, ia tidak akan menjerumuskan pada ketakutan atau kecurigaan berlebihan, melainkan menumbuhkan ketenangan dan keyakinan. Maka, biarkan persoalan-persoalan kosmologi tetap berada di ranah ilmu dan penelitian, sementara iman dijaga dengan tauhid, akhlak, dan kesadaran bahwa Allah tidak pernah menyesatkan hamba-Nya yang tulus mencari kebenaran.


Catatan Sumber:
Tulisan ini disusun berdasarkan ayat-ayat Al-Qur’an serta penjelasan umum dari tafsir para ulama seperti Ath-Thabari, Ibn Katsir, Al-Qurthubi, dan Fakhruddin Ar-Razi, dengan pendekatan dakwah yang netral dan edukatif.


LOGO BLOGGEM

Miliki Segera!!! Buku ACTIVE PRONUNCIATION. Silahkan KLIK gambar bukunya untuk INFO dan PEMESANAN.

Miliki Segera!!! Buku ACTIVE PRONUNCIATION. Silahkan KLIK gambar bukunya untuk INFO dan PEMESANAN.
ACTIVE PRONUNCIATION | Kampung Inggris Original Product. Penyusun: M Haris Shofy A & Hasbiyallah Nasri ☆☆HARGA TERJANGKAU☆☆ Tersedia juga di Shopee, Lazada dan toko online lainnya.

● POSTINGAN TERPOPULER BLOG INI

CARA MEMBACA IRREGULAR VERBS A-Z | VERB 1 2 3

CARA MEMBACA REGULAR VERBS A-Z | VERB 1 2 3

KAMUS ISTILAH POPULER BAHASA INDONESIA

DAFTAR DALIL AL QUR'AN TENTANG BERBAGAI TEMA

97 PERIBAHASA BAHASA INGGRIS PLUS CARA BACA, ARTI DAN PENJELASANNYA

KAMUS ISTILAH POPULER BAHASA INGGRIS

CARA MEMBACA SIMBOL FONETIK BAHASA INGGRIS (IPA)

CARA AGAR CEPAT MENGUASAI BAHASA INGGRIS

● POSTINGAN TERBARU 》 SILAHKAN KLIK

BUKU ACTIVE PRONUNCIATION - KLIK GAMBAR BUKUNYA UNTUK PEMESANAN

BUKU ACTIVE PRONUNCIATION - KLIK GAMBAR BUKUNYA UNTUK PEMESANAN
Kampung Inggris Original Product. Penyusun: M Haris Shofy A & Hasbiyallah Nasri. Harga bisa berubah sewaktu-waktu.