Etika dalam Islam: Modal Utama untuk Sukses di Era Digital
Etika Adalah Modal Utama untuk Sukses di Masa Depan
Di
era modern, banyak orang berlomba-lomba meningkatkan skill, mencari modal, dan
membangun personal branding. Namun dalam berbagai diskusi para pengusaha muda
yang telah merasakan jatuh bangun dunia profesional, muncul satu kesimpulan
penting: etika adalah modal utama untuk sukses di masa depan.
Skill
bisa dipelajari, modal bisa dicari, tetapi kepercayaan hanya lahir dari
etika yang konsisten.
Mengapa
Etika Semakin Penting di Era Digital?
Di
zaman media sosial dan komunikasi serba cepat, sikap seseorang mudah terlihat
dan dinilai. Cara berbicara, cara menulis komentar, hingga cara menyikapi
perbedaan pendapat akan membentuk reputasi digital.
Inilah
sebabnya etika bukan lagi nilai tambahan, tetapi kebutuhan yang sangat penting dan utama.
Contoh
Etika Tidak Baik yang Sering Dianggap Sepele
Banyak
orang tidak menyadari bahwa etika sering dilanggar justru dalam hal-hal kecil,
seperti:
- berkomentar
buruk di rumah atau ruang publik orang lain,
- menulis
komentar negatif di media sosial seseorang,
- menyampaikan
kritik dengan nada merendahkan atau menyindir.
Padahal,
komentar seperti ini bisa meninggalkan jejak panjang dan berdampak
serius.
Dampak
Buruk Komentar Negatif
Komentar
buruk atau negatif dapat menyebabkan:
- melukai
perasaan dan martabat orang lain,
- memicu
konflik dan permusuhan,
- menurunkan
kepercayaan terhadap karakter kita,
- merusak
reputasi pribadi dan profesional secara perlahan.
Tidak
sedikit peluang kerja, relasi, dan kebaikan yang hilang bukan karena kurang
kemampuan, tetapi karena sikap yang tidak dijaga.
Jika
Pernah Melakukannya, Inilah Sikap Etis yang Benar
Islam
tidak menuntut manusia selalu sempurna, tetapi menuntut tanggung jawab moral.
Jika terlanjur berkomentar buruk:
- Segera
hapus komentar tersebut
- Akui
kesalahan tanpa mencari pembenaran
- Minta maaf
dengan tulus
Sikap
ini mungkin terasa berat bagi ego, tetapi justru meninggikan nilai diri dan
memulihkan kepercayaan.
Etika
Lisan dalam Perspektif Al-Qur’an
Al-Qur’an
menekankan pentingnya menjaga ucapan dalam setiap kondisi:
وَقُولُوا
لِلنَّاسِ حُسْنًا
“Dan ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia.”
(QS. Al-Baqarah: 83)
Ayat
ini relevan untuk semua bentuk komunikasi—baik lisan, tulisan, maupun komentar
di media sosial.
Hadis
tentang Akhlak dan Kemuliaan
Rasulullah
ﷺ menjadikan akhlak sebagai ukuran utama
kualitas seseorang:
إِنَّ مِنْ
خِيَارِكُمْ أَحْسَنَكُمْ أَخْلَاقًا
“Sesungguhnya orang terbaik di antara kalian adalah yang paling baik
akhlaknya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Dalam
konteks hari ini, akhlak tercermin dari cara berinteraksi di ruang digital
maupun nyata.
Penutup:
Etika sebagai Investasi Jangka Panjang
Di masa depan, dunia tidak hanya membutuhkan orang yang cerdas, tetapi orang yang aman secara etika. Skill membuka pintu. Modal mempercepat langkah. Namun etika menentukan apakah seseorang akan dipercaya dan dipertahankan.
Menjaga etika mungkin tidak langsung terlihat hasilnya, tetapi ia membangun reputasi yang kokoh—pelan, tenang, dan bertahan lama.
