Hadis 6: Berkata Baik atau Diam
Hadis 6: Berkata Baik atau Diam
Teks Arab (HR. Bukhari & Muslim)
مَنْ
كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ
Terjemah Bahasa Indonesia
“Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia
berkata yang baik atau diam.”
Terjemah Bahasa Inggris + IPA
English:
“Whoever believes in Allah and the Last Day should speak good or remain
silent.”
IPA:
/huːˈɛvər bɪˈliːvz ɪn ˈɑːlɑː ænd ðə læst deɪ ʃʊd spiːk ɡʊd ɔːr rɪˈmeɪn
ˈsaɪlənt/
Penjelasan
Singkat
Hadis ini mengajarkan etika lisan dalam Islam. Tidak semua yang benar perlu diucapkan, dan tidak semua yang terlintas pantas disampaikan. Islam mendidik pemeluknya untuk menimbang manfaat dan dampak dari setiap ucapan.
Jika ucapan membawa kebaikan, ketenangan, dan maslahat, maka ia dianjurkan. Namun jika berpotensi menyakiti, memicu konflik, atau tidak bermanfaat, maka diam adalah pilihan terbaik. Hadis ini menunjukkan bahwa mengendalikan lisan adalah bagian dari kesempurnaan iman.
<< Kembali ke halaman utama, 40 hadis Nabi populer lengkap, silahkan klik di sini