Hadis 4: Mencintai untuk Saudara Seperti Mencintai Diri Sendiri
Hadis 4: Mencintai untuk Saudara Seperti Mencintai Diri Sendiri
Teks Arab (HR. Bukhari & Muslim)
لَا
يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّىٰ يُحِبَّ لِأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ
Terjemah Bahasa Indonesia
“Tidak sempurna iman salah seorang di antara kalian sampai ia
mencintai untuk saudaranya apa yang ia cintai untuk dirinya sendiri.”
Terjemah Bahasa Inggris + IPA
English:
“None of you truly believes until he loves for his brother what he loves for
himself.”
IPA:
/nʌn əv juː ˈtruːli bɪˈliːvz ənˈtɪl hiː lʌvz fər hɪz ˈbrʌðər wʌt hiː lʌvz fər hɪmˈsɛlf/
Penjelasan
Singkat
Hadis ini menjelaskan bahwa kesempurnaan iman tidak hanya diukur dari ibadah pribadi, tetapi juga dari sikap sosial. Seorang Muslim dituntut untuk memiliki empati, keadilan, dan ketulusan dalam berinteraksi dengan sesama.
Mencintai kebaikan bagi orang lain berarti tidak dengki, tidak iri terhadap nikmat yang Allah berikan, serta berusaha menghadirkan manfaat dan keselamatan bagi sesama. Hadis ini menjadi landasan kuat persaudaraan dalam Islam, yang melahirkan masyarakat yang saling menguatkan, bukan saling menjatuhkan.
<< Kembali ke halaman utama, 40 hadis Nabi populer lengkap, silahkan klik di sini