Hadis 29: Siapakah Orang yang Bangkrut?
Hadis 29: Siapakah Orang yang Bangkrut?
Teks
Arab (HR. Muslim)
أَتَدْرُونَ
مَا الْمُفْلِسُ؟ قَالُوا: الْمُفْلِسُ فِينَا مَنْ لَا دِرْهَمَ لَهُ وَلَا
مَتَاعَ. فَقَالَ: إِنَّ الْمُفْلِسَ مِنْ أُمَّتِي مَنْ يَأْتِي يَوْمَ
الْقِيَامَةِ بِصَلَاةٍ وَصِيَامٍ وَزَكَاةٍ، وَيَأْتِي قَدْ شَتَمَ هَذَا،
وَقَذَفَ هَذَا، وَأَكَلَ مَالَ هَذَا، وَسَفَكَ دَمَ هَذَا، وَضَرَبَ هَذَا،
فَيُعْطَى هَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ، وَهَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ، فَإِنْ فَنِيَتْ
حَسَنَاتُهُ قَبْلَ أَنْ يُقْضَى مَا عَلَيْهِ، أُخِذَ مِنْ خَطَايَاهُمْ
فَطُرِحَتْ عَلَيْهِ، ثُمَّ طُرِحَ فِي النَّارِ
Terjemah Bahasa Indonesia
“Tahukah kalian siapa orang yang bangkrut?”
Para sahabat menjawab, “Orang bangkrut di antara kami adalah orang yang tidak
memiliki dirham dan harta.”
Beliau bersabda, “Sesungguhnya orang bangkrut dari umatku adalah orang yang
datang pada hari kiamat dengan membawa shalat, puasa, dan zakat, namun ia juga
datang dengan pernah mencaci orang ini, menuduh orang itu, memakan harta orang
lain, menumpahkan darah, dan memukul. Maka kebaikannya diberikan kepada
orang-orang yang dizaliminya. Jika kebaikannya habis sebelum seluruh tuntutan
terpenuhi, dosa-dosa mereka diambil lalu ditimpakan kepadanya, kemudian ia
dilemparkan ke dalam neraka.”
Terjemah Bahasa Inggris + IPA
English:
“Do you know who the bankrupt person is?”
They said, “The bankrupt among us is the one who has no money or possessions.”
He said, “The bankrupt of my nation is the one who comes on the Day of
Resurrection with prayer, fasting, and charity, but he also comes having
insulted this one, slandered that one, consumed the wealth of this one, shed
the blood of that one, and struck this one. His good deeds will be given to
those he wronged. If his good deeds run out before justice is fulfilled, their
sins will be taken and cast upon him, then he will be thrown into the Fire.”
IPA:
/duː juː noʊ huː ðə ˈbæŋkrʌpt ˈpɜːrsən ɪz? ðeɪ sɛd, ðə ˈbæŋkrʌpt əˈmʌŋ ʌs ɪz ðə
wʌn huː hæz noʊ ˈmʌni ɔːr pəˈzɛʃənz. hiː sɛd, ðə ˈbæŋkrʌpt əv maɪ ˈneɪʃən ɪz ðə
wʌn huː kʌmz ɒn ðə deɪ əv ˌrɛzəˈrɛkʃən wɪð prɛər, ˈfɑːstɪŋ, ænd ˈtʃærɪti, bʌt
hiː ˈɔːlsəʊ kʌmz ˈhævɪŋ ɪnˈsʌltɪd ðɪs wʌn, ˈslændərd ðæt wʌn, kənˈsjuːmd ðə
wɛlθ əv ðɪs wʌn, ʃɛd ðə blʌd əv ðæt wʌn, ænd strʌk ðɪs wʌn. hɪz ɡʊd diːdz wɪl
biː ˈɡɪvən tuː ðoʊz hiː rɒŋd. ɪf hɪz ɡʊd diːdz rʌn aʊt bɪˈfɔːr ˈdʒʌstɪs ɪz
fʊlˈfɪld, ðeər sɪnz wɪl biː ˈteɪkən ænd kɑːst əˈpɒn hɪm, ðɛn hiː wɪl biː θroʊn
ˈɪntuː ðə faɪər/
Penjelasan
Singkat
Hadis ini memberikan peringatan yang sangat keras tentang bahaya kezaliman dan buruknya akhlak sosial. Ibadah ritual yang banyak tidak akan menyelamatkan seseorang jika ia merusak hak-hak orang lain.
Rasulullah ﷺ menegaskan bahwa akhlak dan muamalah memiliki dampak besar di akhirat. Hadis ini mengajarkan bahwa menjaga lisan, harta, dan perbuatan terhadap sesama adalah bagian tak terpisahkan dari keimanan, dan bahwa kezaliman sekecil apa pun akan dimintai pertanggungjawaban.
<< Kembali ke halaman utama, 40 hadis Nabi populer lengkap, silahkan klik di sini