Hadis 27: Penyesalan Manusia Setelah Kematian
Hadis 27: Penyesalan Manusia Setelah Kematian
Teks Arab (HR. Tirmidzi)
مَا
مِنْ أَحَدٍ يَمُوتُ إِلَّا نَدِمَ، قَالُوا: وَمَا نَدَامَتُهُ؟ قَالَ: إِنْ
كَانَ مُحْسِنًا نَدِمَ أَلَّا يَكُونَ ازْدَادَ، وَإِنْ كَانَ مُسِيئًا نَدِمَ
أَلَّا يَكُونَ نَزَعَ
Terjemah Bahasa Indonesia
“Tidaklah seseorang meninggal dunia melainkan ia menyesal.”
Para sahabat bertanya, “Apa penyesalannya?”
Beliau menjawab, “Jika ia orang yang berbuat baik, ia menyesal karena tidak
menambah kebaikannya; dan jika ia orang yang berbuat buruk, ia menyesal karena
tidak berhenti dari keburukannya.”
Terjemah Bahasa Inggris + IPA
English:
“No one dies except that he feels regret.”
They asked, “What is his regret?”
He said, “If he was a righteous person, he regrets not having done more good;
and if he was an evil person, he regrets not having refrained from evil.”
IPA:
/noʊ wʌn daɪz ɪkˈsɛpt ðæt hiː fiːlz rɪˈɡrɛt. ðeɪ ɑːskt, wʌt ɪz hɪz rɪˈɡrɛt? hiː
sɛd, ɪf hiː wəz ə ˈraɪtʃəs ˈpɜːrsən, hiː rɪˈɡrɛts nɒt ˈhævɪŋ dʌn mɔːr ɡʊd; ænd
ɪf hiː wəz ən ˈiːvəl ˈpɜːrsən, hiː rɪˈɡrɛts nɒt ˈhævɪŋ rɪˈfreɪnd frɒm ˈiːvəl/
Penjelasan
Singkat
Hadis ini memberikan peringatan mendalam tentang nilai waktu dan kesempatan hidup. Penyesalan setelah kematian tidak lagi bermanfaat, karena masa amal telah berakhir dan tidak bisa diulang.
Orang saleh menyesal karena merasa masih bisa berbuat lebih banyak kebaikan, sementara orang yang lalai menyesal karena tidak segera bertaubat. Hadis ini mendorong setiap Muslim untuk memanfaatkan waktu sebaik mungkin, memperbanyak amal saleh, dan segera meninggalkan dosa sebelum datang saat penyesalan yang tiada guna.
<< Kembali ke halaman utama, 40 hadis Nabi populer lengkap, silahkan klik di sini