AYAT-AYAT AL QUR’AN TENTANG KEWAJIBAN BERSYUKUR
![]() |
| Pixabay |
DALIL AL QURAN TENTANG SYUKUR | AYAT AL QUR’AN TENTANG KEWAJIBAN BERSYUKUR
AYAT AL-QUR’AN TENTANG BERSYUKUR
Pengantar
Bersyukur
adalah salah satu akhlak utama dalam Islam. Syukur bukan hanya sekadar ucapan “Alhamdulillah”,
tetapi sikap hati yang mengakui bahwa seluruh nikmat berasal dari Allah SWT,
diucapkan dengan lisan, dan diwujudkan dalam perbuatan yang baik.
Al-Qur’an
banyak sekali memerintahkan manusia untuk bersyukur. Bahkan Allah menjanjikan
tambahan nikmat bagi hamba-Nya yang bersyukur dan memberi peringatan keras bagi
mereka yang mengingkari nikmat. Berikut ini beberapa ayat Al-Qur’an yang secara
jelas memerintahkan dan menjelaskan tentang pentingnya bersyukur.
1. Surat
Ibrahim Ayat 7
وَإِذْ
تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ
إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ
Artinya:
“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; ‘Sesungguhnya jika kamu
bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu
mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.’”
Penjelasan:
Ayat ini menegaskan janji Allah bahwa syukur mendatangkan tambahan nikmat.
Tambahan itu bisa berupa rezeki, ketenangan hati, keberkahan hidup, atau
perlindungan dari keburukan.
2. Surat
Al-Baqarah Ayat 152
فَاذْكُرُونِي
أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ
Artinya:
“Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan
bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.”
Penjelasan:
Allah mengaitkan syukur dengan dzikir dan kedekatan kepada-Nya. Orang yang
bersyukur berarti menjaga hubungan spiritualnya dengan Allah.
3. Surat
Az-Zumar Ayat 66
بَلِ
اللَّهَ فَاعْبُدْ وَكُنْ مِنَ الشَّاكِرِينَ
Artinya:
“Karena itu, maka hendaklah Allah saja kamu sembah dan hendaklah kamu termasuk
orang-orang yang bersyukur.”
Penjelasan:
Ibadah dan syukur tidak bisa dipisahkan. Seseorang belum sempurna ibadahnya
jika tidak disertai rasa syukur atas nikmat Allah.
4. Surat
Al-Baqarah Ayat 172
يَا
أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ وَاشْكُرُوا
لِلَّهِ إِنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ
Artinya:
“Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang
Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar
kepada-Nya kamu menyembah.”
Penjelasan:
Syukur diwujudkan dengan menggunakan nikmat secara benar dan halal. Mengonsumsi
yang baik dan halal adalah bentuk ketaatan sekaligus rasa syukur.
5. Surat
An-Nahl Ayat 114
فَكُلُوا
مِمَّا رَزَقَكُمُ اللَّهُ حَلَالًا طَيِّبًا وَاشْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ إِنْ
كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ
Artinya:
“Maka makanlah yang halal lagi baik dari rezeki yang telah diberikan Allah
kepadamu; dan syukurilah nikmat Allah, jika kamu hanya kepada-Nya saja
menyembah.”
Penjelasan:
Ayat ini kembali menegaskan bahwa syukur harus tampak dalam pola hidup yang
halal dan baik.
6. Surat Luqman
Ayat 12
وَلَقَدْ
آتَيْنَا لُقْمَانَ الْحِكْمَةَ أَنِ اشْكُرْ لِلَّهِ ۚ وَمَنْ يَشْكُرْ
فَإِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِ ۖ وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ حَمِيدٌ
Artinya:
“Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmah kepada Luqman, yaitu: ‘Bersyukurlah
kepada Allah. Dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya
ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka
sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.’”
Penjelasan:
Syukur tidak menambah kemuliaan Allah, tetapi membawa manfaat bagi diri manusia
sendiri.
7. Surat Luqman
Ayat 14
وَوَصَّيْنَا
الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ ۖ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَىٰ وَهْنٍ
وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ
Artinya:
“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu
bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah,
dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang
ibu bapakmu; hanya kepada-Kulah kembalimu.”
Penjelasan:
Syukur bukan hanya kepada Allah, tetapi juga kepada orang tua sebagai perantara
nikmat kehidupan.
8. Surat Saba’
Ayat 15
لَقَدْ
كَانَ لِسَبَإٍ فِي مَسْكَنِهِمْ آيَةٌ ۖ جَنَّتَانِ عَنْ يَمِينٍ وَشِمَالٍ ۖ
كُلُوا مِنْ رِزْقِ رَبِّكُمْ وَاشْكُرُوا لَهُ ۚ بَلْدَةٌ طَيِّبَةٌ وَرَبٌّ
غَفُورٌ
Artinya:
“Sesungguhnya bagi kaum Saba’ ada tanda (kekuasaan Tuhan) di tempat kediaman
mereka yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri. (Kepada
mereka dikatakan): ‘Makanlah olehmu dari rezeki yang (dianugerahkan) Tuhanmu
dan bersyukurlah kepada-Nya.’ (Negerimu adalah) negeri yang baik dan (Tuhanmu)
adalah Tuhan Yang Maha Pengampun.”
Penjelasan:
Ayat ini menjadi pelajaran sejarah bahwa suatu kaum yang diberi nikmat besar
tetap diperintahkan untuk bersyukur agar nikmat itu tetap terjaga.
Penutup
Dari ayat-ayat
di atas, kita memahami bahwa syukur adalah perintah yang berulang kali
ditegaskan dalam Al-Qur’an. Syukur bukan sekadar ucapan, tetapi sikap hidup.
Syukur melibatkan hati yang sadar, lisan yang memuji, dan perbuatan yang taat.
Semoga kita termasuk hamba-hamba Allah yang senantiasa bersyukur dalam keadaan lapang maupun sempit, dalam nikmat maupun ujian. Karena sejatinya, syukur adalah jalan menuju keberkahan hidup di dunia dan keselamatan di akhirat. Aamiin. 🤲
Wallaahu A'lam.
