Orang Paling Mulia di Sisi Allah adalah yang Paling Bertakwa dalam Al-Qur’an
Orang Paling Mulia di Sisi Allah adalah yang Paling Bertakwa dalam Al-Qur’an
QS. Al-Ḥujurāt (49) : 13
Tema yang Dikandung Ayat
Penegasan bahwa kemuliaan di sisi Allah tidak ditentukan oleh keturunan,
bangsa, atau status sosial, melainkan oleh ketakwaan.
Teks Arab Ayat
يَـٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَٰكُم مِّن ذَكَرٍۢ وَأُنثَىٰ وَجَعَلْنَٰكُمْ شُعُوبًۭا وَقَبَآئِلَ لِتَعَارَفُوٓا۟ ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ ٱللَّهِ أَتْقَىٰكُمْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌۭ ١٣
Terjemah Bahasa Indonesia
“Wahai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan
seorang perempuan, lalu Kami menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku
agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di
sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sungguh, Allah
Maha Mengetahui, Maha Mengenal.”
(QS. Al-Ḥujurāt : 13)
Penjelasan Singkat
Ayat ini menegaskan prinsip kesetaraan dan keadilan dalam Islam. Perbedaan suku, bangsa, dan latar belakang bukanlah ukuran kemuliaan, melainkan sarana untuk saling mengenal. Kemuliaan sejati di sisi Allah ditentukan oleh ketakwaan, yaitu ketaatan dan kesadaran penuh kepada-Nya. Prinsip ini menumbuhkan sikap rendah hati, persaudaraan, dan saling menghormati dalam kehidupan bermasyarakat.