Menjaga Amanah dan Kepercayaan dalam Al-Qur’an
Menjaga Amanah dan Kepercayaan dalam Al-Qur’an
QS. Al-Baqarah (2) : 283
Teks Arab Ayat
وَإِن كُنتُمْ عَلَىٰ سَفَرٍ وَلَمْ تَجِدُوا۟ كَاتِبًا فَرِهَٰنٌۭ مَّقْبُوضَةٌۭ ۖ فَإِنْ أَمِنَ بَعْضُكُم بَعْضًا فَلْيُؤَدِّ ٱلَّذِى ٱؤْتُمِنَ أَمَٰنَتَهُۥ وَلْيَتَّقِ ٱللَّهَ رَبَّهُۥ ۗ وَلَا تَكْتُمُوا۟ ٱلشَّهَٰدَةَ ۚ وَمَن يَكْتُمْهَا فَإِنَّهُۥٓ ءَاثِمٌۭ قَلْبُهُۥ ۗ وَٱللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌۭ ٢٨٣
Terjemah Bahasa Indonesia
Penjelasan Singkat
Ayat ini menegaskan pentingnya menjaga amanah dan kepercayaan dalam hubungan antarmanusia, terutama dalam urusan muamalah. Islam memerintahkan agar setiap amanah ditunaikan dengan jujur dan penuh tanggung jawab, serta melarang keras menyembunyikan kesaksian. Menjaga amanah merupakan tanda ketakwaan dan menjadi fondasi terciptanya kepercayaan serta keadilan dalam kehidupan bermasyarakat.