Larangan Mengurangi Timbangan dalam Al-Qur’an
Larangan Mengurangi Timbangan dalam Al-Qur’an
QS. Al-An‘ām (6) : 152
Tema yang Dikandung Ayat
Larangan berbuat curang dalam takaran dan timbangan, serta perintah
menegakkan keadilan dalam muamalah dan transaksi.
Teks Arab Ayat
وَلَا تَقْرَبُوا۟ مَالَ ٱلْيَتِيمِ
إِلَّا بِٱلَّتِى هِىَ أَحْسَنُ حَتَّىٰ يَبْلُغَ أَشُدَّهُۥ ۖ وَأَوْفُوا۟
ٱلْكَيْلَ وَٱلْمِيزَانَ بِٱلْقِسْطِ ۖ لَا نُكَلِّفُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۖ
وَإِذَا قُلْتُمْ فَٱعْدِلُوا۟ وَلَوْ كَانَ ذَا قُرْبَىٰ ۖ وَبِعَهْدِ ٱللَّهِ
أَوْفُوا۟ ۚ ذَٰلِكُمْ وَصَّىٰكُم بِهِۦ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ ﴿١٥٢﴾Terjemah Bahasa Indonesia
“Dan janganlah kamu mendekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih
bermanfaat sampai dia mencapai usia dewasa. Dan sempurnakanlah takaran dan
timbangan dengan adil. Kami tidak membebani seseorang melainkan sesuai
dengan kesanggupannya. Dan apabila kamu berkata, maka hendaklah kamu berlaku
adil, sekalipun terhadap kerabat, dan penuhilah janji Allah. Yang demikian itu
diperintahkan Allah kepadamu agar kamu ingat.”
(QS. Al-An‘ām : 152)
Penjelasan Singkat
Ayat ini menegaskan kewajiban berlaku jujur dan adil dalam transaksi, khususnya
dalam takaran dan timbangan. Mengurangi timbangan termasuk bentuk kecurangan
yang merugikan orang lain dan merusak kepercayaan. Islam menempatkan kejujuran
dalam muamalah sebagai bagian dari ketakwaan dan tanggung jawab sosial.