Larangan Berkata Kasar dalam Al-Qur’an
Larangan Berkata Kasar dalam Al-Qur’an
QS. Āli ‘Imrān (3) : 159
Tema yang Dikandung Ayat
Anjuran bersikap lemah lembut dan larangan berkata kasar dalam
berinteraksi dengan sesama.
Teks Arab Ayat
فَبِمَا رَحْمَةٍۢ مِّنَ ٱللَّهِ لِنتَ
لَهُمْ ۖ وَلَوْ كُنتَ فَظًّا غَلِيظَ ٱلْقَلْبِ لَٱنفَضُّوا۟ مِنْ حَوْلِكَ ۖ
فَٱعْفُ عَنْهُمْ وَٱسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِى ٱلْأَمْرِ ۖ فَإِذَا
عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى ٱللَّهِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلْمُتَوَكِّلِينَ
﴿١٥٩﴾Terjemah Bahasa Indonesia
“Maka berkat rahmat dari Allah engkau (Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap
mereka. Sekiranya engkau bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka
menjauhkan diri dari sekitarmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah
ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu.
Kemudian apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada
Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal.”
(QS. Āli ‘Imrān : 159)
Penjelasan Singkat
Ayat ini menegaskan bahwa sikap lemah lembut merupakan kunci keberhasilan dalam berinteraksi dan memimpin. Islam melarang perkataan kasar dan sikap keras karena dapat menjauhkan hati manusia. Dengan tutur kata yang baik, pemaafan, dan musyawarah, hubungan sosial menjadi lebih harmonis dan dakwah lebih mudah diterima.