Hadis 17: Kekuatan Sejati adalah Mengendalikan Amarah
Hadis
17: Kekuatan Sejati adalah Mengendalikan Amarah
Teks Arab (HR. Bukhari & Muslim)
لَيْسَ
الشَّدِيدُ بِالصُّرَعَةِ، إِنَّمَا الشَّدِيدُ الَّذِي يَمْلِكُ نَفْسَهُ عِنْدَ
الْغَضَبِ
Terjemah Bahasa Indonesia
“Orang yang kuat bukanlah yang pandai bergulat, tetapi orang yang
kuat adalah yang mampu mengendalikan dirinya ketika marah.”
Terjemah Bahasa Inggris + IPA
English:
“The strong person is not the one who overcomes others by strength, but the
strong person is the one who controls himself while in anger.”
IPA:
/ðə strɒŋ ˈpɜːrsən ɪz nɒt ðə wʌn huː ˌoʊvərˈkʌmz ˈʌðərz baɪ strɛŋθ, bʌt ðə strɒŋ
ˈpɜːrsən ɪz ðə wʌn huː kənˈtroʊlz hɪmˈsɛlf waɪl ɪn ˈæŋɡər/
Penjelasan
Singkat
Hadis ini mengubah cara pandang tentang makna kekuatan sejati. Dalam pandangan Islam, kekuatan bukan diukur dari fisik atau kemampuan mengalahkan orang lain, melainkan dari kemampuan menguasai diri sendiri, terutama saat emosi memuncak.
Mengendalikan amarah membutuhkan kesabaran, kesadaran, dan kedalaman iman. Hadis ini mengajarkan bahwa menahan diri dari reaksi buruk adalah kemenangan yang sesungguhnya, karena dampaknya bukan hanya menjaga hubungan dengan sesama, tetapi juga mendekatkan diri kepada Allah.
<< Kembali ke halaman utama, 40 hadis Nabi populer lengkap, silahkan klik di sini