Tidak Ada Sistem Kerahiban dalam Islam menurut Al-Qur’an
Tidak Ada Sistem Kerahiban dalam Islam menurut Al-Qur’an
QS. Al-Ḥadīd (57) : 27
Tema yang Dikandung Ayat
Penegasan bahwa Islam tidak mengenal sistem kerahiban (mengasingkan diri
dari kehidupan dunia), karena ibadah harus seimbang dengan kehidupan sosial
dan tanggung jawab duniawi.
Teks Arab Ayat
ثُمَّ قَفَّيْنَا عَلَىٰٓ ءَاثَـٰرِهِم
بِرُسُلِنَا وَقَفَّيْنَا بِعِيسَى ٱبْنِ مَرْيَمَ وَءَاتَيْنَٰهُ ٱلْإِنجِيلَ
وَجَعَلْنَا فِى قُلُوبِ ٱلَّذِينَ ٱتَّبَعُوهُ رَأْفَةًۭ وَرَحْمَةًۭ ۚ
وَرَهْبَانِيَّةً ٱبْتَدَعُوهَا مَا كَتَبْنَٰهَا عَلَيْهِمْ إِلَّا ٱبْتِغَآءَ
رِضْوَٰنِ ٱللَّهِ فَمَا رَعَوْهَا حَقَّ رِعَايَتِهَا ۖ فَـَٔاتَيْنَا ٱلَّذِينَ
ءَامَنُوا۟ مِنْهُمْ أَجْرَهُمْ ۖ وَكَثِيرٌۭ مِّنْهُمْ فَٰسِقُونَ ﴿٢٧﴾Terjemah Bahasa Indonesia
“Kemudian Kami iringi jejak mereka dengan rasul-rasul Kami, dan Kami iringi
(pula) dengan Isa putra Maryam; dan Kami berikan kepadanya Injil dan Kami
jadikan dalam hati orang-orang yang mengikutinya rasa santun dan kasih sayang. Dan
(mereka mengada-adakan) kerahiban, padahal Kami tidak mewajibkannya kepada
mereka, tetapi (mereka melakukannya) untuk mencari keridaan Allah, lalu mereka
tidak memeliharanya dengan pemeliharaan yang semestinya. Maka Kami berikan
kepada orang-orang yang beriman di antara mereka pahalanya, dan banyak di
antara mereka orang-orang fasik.”
(QS. Al-Ḥadīd : 27)
Penjelasan Singkat
Ayat ini menegaskan bahwa sistem kerahiban—yakni mengasingkan diri sepenuhnya dari kehidupan dunia dengan meninggalkan tanggung jawab sosial—bukan ajaran yang ditetapkan Allah. Islam mengajarkan keseimbangan antara ibadah dan kehidupan dunia, antara hubungan dengan Allah dan hubungan dengan sesama manusia. Kesalehan dalam Islam diwujudkan melalui kehidupan nyata yang penuh tanggung jawab, bukan dengan menjauh dari masyarakat.