Menjaga Kesucian Diri dalam Al-Qur’an
Menjaga Kesucian Diri dalam Al-Qur’an
QS. At-Taubah (9) : 108
Tema yang Dikandung Ayat
Anjuran menjaga kesucian dan ketakwaan, serta keutamaan amal yang
dibangun di atas niat yang bersih dan taat kepada Allah.
Teks Arab Ayat
لَا تَقُمْ فِيهِ أَبَدًا ۚ لَّمَسْجِدٌ
أُسِّسَ عَلَى ٱلتَّقْوَىٰ مِنْ أَوَّلِ يَوْمٍ أَحَقُّ أَن تَقُومَ فِيهِ ۚ فِيهِ
رِجَالٌ يُحِبُّونَ أَن يَتَطَهَّرُوا۟ ۚ وَٱللَّهُ يُحِبُّ ٱلْمُطَّهِّرِينَ
﴿١٠٨﴾Terjemah Bahasa Indonesia
“Janganlah engkau melaksanakan salat di dalamnya selama-lamanya. Sesungguhnya
masjid yang didirikan atas dasar takwa sejak hari pertama lebih pantas engkau
melaksanakan salat di dalamnya. Di dalamnya ada orang-orang yang ingin
membersihkan diri. Dan Allah menyukai orang-orang yang bersuci.”
(QS. At-Taubah : 108)
Penjelasan Singkat
Ayat ini menegaskan keutamaan kesucian dan ketakwaan dalam beramal. Allah
memuji orang-orang yang menjaga kebersihan dan kesucian diri, baik secara lahir
maupun batin. Menjaga kesucian diri merupakan bagian dari ketaatan kepada Allah
dan menjadi tanda keikhlasan dalam menjalankan ibadah serta kehidupan
sehari-hari.