Menahan Marah dalam Al-Qur’an
Menahan Marah dalam Al-Qur’an
QS. Āli ‘Imrān (3) : 134
Tema yang Dikandung Ayat
Anjuran menahan marah, memaafkan kesalahan orang lain, dan berbuat
kebaikan sebagai ciri orang-orang yang bertakwa.
Teks Arab Ayat
ٱلَّذِينَ يُنفِقُونَ فِى ٱلسَّرَّآءِ
وَٱلضَّرَّآءِ وَٱلْكَـٰظِمِينَ ٱلْغَيْظَ وَٱلْعَافِينَ عَنِ ٱلنَّاسِ ۗ
وَٱللَّهُ يُحِبُّ ٱلْمُحْسِنِينَ ﴿١٣٤﴾
Terjemah Bahasa Indonesia
“(Yaitu) orang-orang yang berinfak baik di waktu lapang maupun sempit, orang-orang
yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah
mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan.”
(QS. Āli ‘Imrān : 134)
Penjelasan Singkat
Ayat ini menjelaskan bahwa menahan marah merupakan sifat mulia yang dimiliki
oleh orang-orang bertakwa. Islam mengajarkan agar seorang Muslim tidak dikuasai
oleh amarah, tetapi mampu mengendalikan diri dan memaafkan kesalahan orang
lain. Sikap ini termasuk bentuk kebaikan yang dicintai oleh Allah dan berperan
besar dalam menjaga keharmonisan kehidupan sosial.